Pertama sekali, marilah kita sama-sama beristighfar dan mengucap syukur di atas nikmat yang Allah berikan kepada kita berupa kemanisan iman dan islam.
Dengan dua nikmat ini, Allah memberikan kita kebersihan hati dalam menilai segala perkara dan menenangkan kita terhadap musibah yang menimpa.
Sebagai permulaan, mari kita melihat dan merenung , apakah yang dimaksudkan dengan istikharah.
Istikharah merupakan salah satu cara yang Allah berikan kepada kita, sebagai salah satu medium kita berserah , tunduk kepadaNYA.
Ianya hanyalah medium perantaraan antara kita dengan Allah, sedangkan natijah yang terhasil dari istikharah itu sendiri adalah pergantungan diri kita terhadap Allah.
Isi terpenting pada istikharah adalah kepercayaan, keyakinan dan kebergantungan kita kepada Allah,itulah yang diartikankan dari istikharah.
Bukanlah istikharah itu kita bergantung pada ruku’ dan sujud yang dilakukan , tetapi adalah tunduknya HATI pada segala ketentuan yang ALLAH telah aturkan.
selain dari itu, istikharah tidak memperlihatkan masa depan kita, ianya hanyalah medium antara kita dan Allah, sebagai tanda kita betul-betul mengharapkan petunjukNYA dalam setiap perkara yang dilakukan.
Ada yang memahami, bahwa dengan istikharah , maka jawaban paling tepat adalah melalui mimpi. Tidak sekali-kali.
Istikharah merupakan penyerahan penuh diri seorang hamba terhadap segala ketentuan Tuhannya.
Dan istikharah dilakukan setelah usaha secara optimum terhadap perkara yang ingin kita lakukan.
Sebagai contoh , dalam bab mencari jodoh, seseorang gadis didatangi seorang pemuda yang entah dari mana datangnya berjumpa dengan keluarganya, menyatakan hasrat di hati ingin memperisterikan gadis tersebut. Maka adalah menjadi tugas warisnya dan dirinya menyelidiki siapakah pemuda tersebut. Apakah benar baik agamanya , kedudukannya seperti yang diberitakan.
Maka perlu bagi warisnya atau menyuruh seseorang untuk pergi ke kawasan perumahan pemuda tersebut, bertanyakan tetangga-tetangganya, tentang akhlaknya, agamanya, pekerjaannya, sikapnya. Setelah selesai semua penyelidikan, maka perkara seterusnya, terserahlah pada gadis tersebut.
Di sinilah sangat pentingnya istikharah, dalam menentukan bahwa keputusan yang diambil tidak berdasarkan tergesa-gesa bahkan dari ketenangan hati.
Contoh kedua , apabila sedang dalam pertimbangan mencari sebuah rumah. Maka setelah segala usaha dibuat, diselidiki dan dibuat perbincangan, maka shalat istikharah dilakukan, agar segala keputusan yang hadir benar-benar dari ketenangan hati.
Perbincangan , penelitian yang hadir serta nasihat-nasihat yang diterima hasil dari perbincangan adalah satu cara seseorang itu memohon istikhrah dari Allah.
Penyerahan kita pada Allah dalam menentukan hasil yang akan kita perolehi adalah setelah kita berusaha secara optimum sebelum dan ses shalat sunat istikharah.
Isi Terpenting Istikharah
Mengapa dalam pelbagai hal, perlu kita istikharah?
Apakah tidak boleh terus saja kita melakukan hal tersebut?
Kita tidak menafikan bahwasanya kita mempunyai akal yang diberikan dengan penuh kesempurnaan, tetapi kesempurnaan akal dalam berfikir mempunyai hijab yang kita tidak boleh menyingkapnya, itulah perkara akan datang.
Keterbatasan akal merupakan salah satu kekurangan yang akal punyai, dan kekurangan ini perlu ditampung dengan sesuatu, agar kelak kemudian, ianya menjadi suatu kesempurnaan.
Inilah yang dimaukan Tuhan Yang Mencipta, Allah, yang Maha Bijaksana, Dia memberikan manusia sesuatu tetapi tidak memberikannya sepenuhnya, agar manusia kembali kepadanya.
Oleh itu, ingatkan kamu kepadaKU (dengan mematuhi hukum dan undang-undangKU) supaya AKU membalas kamu dengan kebaikan dan bersyukurlah kamu kepadaKU dan janganlah kamu kufur (akan nikmatKU) (Qs.Al Baqarah ayat 152)
Wahai sekalian orang-orang yang beriman ! Mintalah pertolongan dengan jalan sabar dan dengan shalat karena sesungguhnya Allah menyertai (menolong) orang-orang yang bersabar (Qs.Albaqarah ayat 153)
Bila Mau Dilakukan?
Imam Bukhari;
Mahfum Hadis: Dari Jabir ra., ia berkata: “Nabi pernah mengajarkan kepada kami Istikharah dalam berbagai urusan, seperti mengajarkan sebuah surah dalam Al Quran. Kalau seseorang dari kamu menghendaki sesuatu, maka hendaklah ia shalat dua rakaat, kemudian berdoa:
“Ya Allah! Aku mohon pemilihan Mu menerusi pengetahuan Mu dan aku mohon kekuatan Mu menerusi kudrat Mu serta aku minta pada Mu sebagian dari limpah karunia Mu yang sangat besar. Sesungguhnya Engkau amat berkuasa sedangkan aku tidak berkuasa, Engkau amat mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui dan sesungguhnya Engkau amat mengetahui segala yang ghaib. Ya Allah kiranya Engkau mengetahui bahwa perkara ini adalah baik bagiku dalam urusan agama ku juga dalam urusan penghidupan ku serta natijah pada urusan ku, kini dan akan datang, maka tetapkan lah ia bagi ku dan permudahkanlah ia untukku, serta berkatilah daku padanya. Dan kiranya Engkau mengetahui bahwa perkara ini membawa kejahatan kepadaku dalam urusan agamaku, juga dalam urusan penghidupanku dan natijah urusanku, kini dan akan datang, maka jauhkanlah ia dariku dan tetapkanlah kebaikan untukku sebagaimana sepatutnya, kemudian jadikanlah daku meridhainya.”
Mengapa Shalat?
Karena shalat itu penghubung antara hamba dan Tuhannya.
Di dalam shalat itulah terdapat saat Allah paling dekat dengan hambaNYA, itulah sujud.
Dengan shalat, seseorang bisa mengadu kepada Tuhannya seperti seorang anak mengadu kepada ibunya.
Kasih sayang Tuhan, melebihi kasih sayang seorang ibu.
Dengan shalat juga, ianya peluang dan saat mengingati Tuhan paling maksimum.
Setiap tindakan , ruku’ , i’tidal, sujud , berdiri , tahiyyat, semuanya memuji-muji Allah, penguasa sekelian Alam.
Maka benarlah, shalat itu pengobat hati yang bergelora, hati yang gersang dengan kasih sayang, hati yang memerlukan bimbingan, maka shalatlah, ianya puncak kedamaian dan ketenangan.
Filed under: iman, iman, istikharah, ketenangan jiwa, sholat
istirahat,melepaskan jiwa yang sedang meronta akan hal2 duniawi
jiwa yang tenang membawa kedamaian hidup
untuk sementara
walau pun sulit,
bimbang,
ragu
dengar kan lah jeritan suara hati,,
yang slalu kau ingin kan…
berikan lah se cercah hapan yang terbaik buat
semua orang yang selalu membutuh kan mu….
tank’s atas cerita pendek ini…membuat
diri ini,
jiwa ini,
pikiran ini,
menjadi sedikit lebih mengerti arti dari arti dari jiwa sesungguh nya…..
terselip pencerahan
terima kasih
salam